4 Alasan Utama Mengapa Banyak Masyarakat Tidak Tertarik Membeli Asuransi Pendidikan
4 Alasan Utama Mengapa Banyak Masyarakat Tidak Tertarik Membeli Asuransi Pendidikan
Banyak
sekali masyarakat Indonesia yang masih enggan membeli asuransi pendidikan.
Walaupun pendidikan merupakan salah satu hal yang sangat baik dalam aspek
kehidupan manusia, namun masih banyak masyarakat Indonesia yang enggan
membelinya. Hal tersebut dikarenakan masih banyak masyarakat Indonesia yang
masih belum sadar seberapa pentingnya pendidikan yang dapat memperbaiki
kualitas.
Asuransi Pendidikan
Selain
alasan utama di atas, ada banyak alasan yang melatarbelakangi mengapa
masyarakat banyak yang enggan membeli produk asuransi jenis pendidikan,
khususnya masyarakat Indonesia, berikut ini adalah ulasan lengkapnya:
1. Lebih
Memilih Tabungan Pribadi
Banyak klien
yang memilih asuransi sebagai bentuk investasi dan tabungan untuk menjamin
kesejahteraan hidup mereka, entah dalam hal kesehatan, pendidikan dan lain
sebagainya. Namun masih banyak juga dari mereka yang lebih memilih tabungan
atau investasi pribadi yang prosesnya tidak ruwet dan fleksibel dan dapat
digunakan kapan saja.
2. Asuransi
Pendidikan tidak dianggap sebagai prioritas utama
Banyak
masyarakat Indonesia yang menganggap bahwa asuransi pendidikan bukan menjadi
prioritas utama, mereka masih mendahulukan asuransi lainnya yang lebih penting
seperti asuransi kesehatan. Apalagi bagi masyarakat yang berpendapatan tidak
pasti seperti freelancer dan pebisnis, membayar premi bulanan secara berkala
dan tepat waktu adalah hal yang sedikit menyusahkan dan merepotkan.
3. Dianggap
Sebagai Cara yang Susah
Kita tahu
bahwa banyak istilah asing dalam asuransi pendidikan yang sulit dipahami. Belum
lagi persyaratan administrasi yang ruwet dan sulit dipahami. Walaupun
dijelaskan tidak dengan bahasa keuangan yang asing bagi orang awam, namun
panjangnya ketentuan yang terkadang membuat klien pusing menyebabkan klien
enggan membelinya.
Seperti
contoh, adanya berbagai skenario dalam satu asuransi. Seperti perbedaan cara
pembayaran premi, polis dengan berbagai kemungkinan, berkas-berkas yang perlu
dikumpulkan. Hal tersebut mungkin dianggap hal yang mudah bagi kalangan
akademik, namun untuk kalangan awam, proses tersebut sangatlah sulit dan
terkadang mereka malu bertanya sehingga takut mengakibatkan kesalahan pembelian
asuransi.
4. Adanya Subsidi
Pendidikan dari Pemerintah
Bagi warga
yang tidak mampu, pemerintah juga sudah memberikan banyak subsidi seperti
beasiswa untuk rakyat miskin dan cerdas seperti bidikmisi, lalu juga bantuan
BOS, dan juga subsidi biaya pendidikan bagi seluruh rakyat yang bersekolah di
sekolah negeri. Pemerintah juga tetap memberikan subsidi untuk sekolah swasta,
namun tidak sebanyak di sekolah negeri.
Dengan
beberapa alasan mendasar di atas, tidak heran bahwa banyak masyarakat Indonesia
yang belum memiliki atau bahkan enggan membeli asuransi pendidikan. Apalagi
dipengaruhi dengan faktor budaya, sistem informasi dan pendidikan indonesia
yang tidak mendukung adanya program di atas. Apalagi jika harga premi yang
harus dibayarkan setiap bulannya tinggi, sudah pasti masyarakat akan mundur
teratur.

Komentar
Posting Komentar